Objek Tempat Wisata di Kabupaten Nias, Sumatera Utara
Museum Pusaka Nias
Museum Pusaka Nias adalah salah satu wadah untuk melestarikan
nilai-nilai budaya Nias. Museum Pusaka Nias dikelola oleh Persaudaraan Kapusin
Propinsi Sibolga. Informasi yang lebih lengkap tentang museum ini dapat
diperoleh di Website Resmi Museum Pusaka Nias (pusaka-nias.org).
Jadi, Bagi anda yang sedang mencari
informasi guna menelusuri keindahan yang dalam budaya di Nias, Maka wajib
berkunjung keMuseum ini.
Tak hanya itu saja, dalam musem ini
juga ada flora dan fauna yang sangat jarang jarang ditemui alias mulai disadari
kepunahannya. Anda akan menemukan berbagai macam binatang dari yang buas,
langka dan unik seperti buaya, beo nias dan masih banyak lagi.
Pantai
Sorake dan Pantai Lagundri
Pantai Sorake dan pantai Lagundri ini terkenal
karena ombaknya yang besar dan bahkan di kalangan surfer, ombak di pantai ini
terbaik setelah pantai di Hawaii. Ketinggian ombak yang mencapai 3 sampai 5
meter, menjadi tantangan tersendiri bagi peselancar. Selain itu, ombak di
pantai ini memiliki 5 tingkatan yang tidak dimiliki pantai-pantai di belahan
bumi lain. Pantai Lagundri sudah beberapa kali menjadi lokasi lomba selancar
baik nasional maupun internasional. Nias Open adalah salah satu kejuaraan yang
rutin diselenggarakan dimana ratusan peselancar mancanegara terutama dari
Australia begitu mendominasi lautannya.
Lompat Batu Nias
Tradisi lompat batu
Nias ini dikenal memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Masyarakat Nias
menggunakan tradisi ini sebagai tolak ukur kematangan umur seseorang,
terutama lelaki yang telah cukup umur. Jika seorang pemuda tersebut berhasil
melewati batu ini dengan sempurna, maka ia telah dianggap matang secara fisik
dan hak beserta kewajiban sosialnya sebagai seorang yang telah matang
dan sudah bisa dijalankan, baik dalam fungsi sosial maupun dalam kehidupan
pribadinya.
Salah satu kawasan
yang memanfaarkan tradisi ini sebagai komoditi wisata adalah Desa Bawo Mataluo.
Selain untuk pariwisata tradisi lompat batu di desa tersebut digunakan sebagai
ritus budaya untuk menentukan seorang pemuda dapat diakui sebagai lelaki
pemberani dan memenuhi syarat untuk menikah.
Sumber :



Komentar
Posting Komentar