Tempat Wisata di Kota Bandung Pusat

Gedung Sate Bandung


Gedung Sate terletak di Jl Diponegoro Kota Bandung ini sudah berdiri sejak 27 Juli 1920. Dahulu pada awal dibangunnya gedung sate ini desebut dengan nama “Gouvernements Bedrijven” yang di dirikan sebagai salah satu pusat pemerintahan belanda, karena pemerintahan belanda menetapakan bahwa Kota Bandung sebagai sebuah Ibu Kota Negeri Jajahan Belanda. Pemilihan Kota Bandung sebagai sebuah Ibu Kota karena iklimnya yang sejuk dan sangat cocok untuk dijadikan sebagai ibu kota, dan ketika itu Iklim di kota Bandung bagaikan senyaman perancis selatan pada musim panas.

Lapangan Gasibu (Gabungan Sepak Bola Bandung Utara)


Gasibu merupakan nama dari sebuah tanah lapang yang lokasinya tepat berada di seberang Gedung Sate Bandung, Jawa Barat,Pulau Jawa, Indonesia. Lapangan ini tidak terlalu besar, hanya saja sedikit lebih besar jika dibandingkan dengan lapangan sepakbola. Jika dilihat dari tata letak kota, Lapangan Gasibu ini merupakan akhir dari jalan layang Pasteur-Cikapayang.

Letak lapangan Gasibu ini juga menghubungkan antara Gedung Sate dengan sebuah taman yang membentang sampai ke Kampus Universitas Padjajaran. Oleh karena itu, lapangan ini juga sering dijadikan sebagai sebuah tempat berkumpulnya masyarakat Kota Bandung.

Lapangan Gasibu tidak hanya digunakan sebagai tempat berolahraga orang Bandung saja, namun gasibu juga ramai sekali dan banyak para pedagang ketika hari minggu. Tidak heran jika pada hari minggu di lokasi Gasibu ini akan super macet. Lapangan Gasibu juga sering digunakan oleh para promotor even yang ingin menyelenggarakan sebuah acara di lapangan ini.


Monumen Perjuangan Rakyat


Monumen ini juga dikenal dengan istilah "Monju" (Monumen Perjuangan). Disini terdapat koleksi peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi di wilayah Jawa Barat yang ditata di ruangan pameran tetap. Monju masih belum mengelola koleksi, merawat, serta memublikasikan koleksi dengan optimal.

Lokasi Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat berada di Jalan Dipati Ukur No. 48, Kota Bandung. Berhadapan dengan Gedung Sate dan juga di depan Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad). Monumen ini berdiri di atas tanah seluas kurang lebihnya 72.040 meter persegi dengan luas bangunan kurang lebihnya 2.143 meter persegi. Model bangunan ini berbentuk bambu runcing yang berpadu dengan gaya arsitektur modern. Monumen telah diresmikan penggunaanya oleh Gubernur Jawa Barat, R. Nuriana pada tanggal 23 Agustus 1995.


Monumen Bandung Lautan Api


Monumen Bandung Lautan Api Merupakan sebuah monumen yang menjadi markah tanah Bandung. Monumen ini memiliki ketinggian sekitar 45 meter, mempunyai sisi sebanyak 9 bidang. Monumen ini didirikan untuk memperingati hari peristiwa Bandung Lautan Api, dimana waktu itu terjadi pembumihangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha.

Letak monumen ini di Tegalega. Monumen ini dibangun untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan. Sebuah kisah abadi yang terjadi di tahun 1946 pada bulan Maret, kisah nyata tragedi heroik dari rakyat Bandung yang sampai sekarang masih dikenang dan dikenal sebagai Bandung Lautan Api. Daeng Kosasih Ardiwinata, sebagai salah seorang saksi mata sekaligus pahlawan peristiwa Bandung Lautan Api, sebagai bentuk salah satu perjuangan rakyat Indonesia untuk melawan penjajahan.


Museum Konferensi Asia Afrika


Merupakan salah satu museum yang terletak dikota Bandung. Lebih tepatnya berlokasi di Jl.Asia Afrika No.65. Museum ini adalah memorabilia dari Konferensi Asia Afrika. Museum ini juga mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Gedung Merdeka. Merupakan salah satu tempat wisata di bandung yang dapat Anda Kunjungi

Secara keseluruhan Gedung Merdeka memiliki dua bangunan utama, yang pertama disebut Gedung Merdeka sebagai tempat sidang utama, sedangkan yang berada di samping Gedung Merdeka adalah Museum Konferensi Asia Afrika sebagai tempat memorabilia Konferensi Asia Afrika.


Latar belakang dari dibangunnya museum ini adalah karena adanya keinginan dari para pemimpin bangsa-bangsa di Asia dan Afrika untuk mengetahui tentang Gedung Merdeka dan di sekitarnyatempat Konferensi Asia Afrika berlangsung. Hal ini membuat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M mempunyai ide untuk membangun sebuah museum.


Taman Ade Irma Suryani Nasution (Taman Lalu Lintas)


Taman Ade Irma Suryani Nasution (Taman Lalu Lintas) - Jl. Sumatera ini merupakan sebuah tempat wisata di Bandung yang sangat tepat untuk anak Anda belajar tentang rambu-rambu lalu lintas. Taman ini sangat sejuk dan nyaman, anak-anak pasti akan menikmati berkendara menggunakan sepeda atau kendaraan mini pada jalur buatan yang telah dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas.

Dan dapat secara langsung untuk mempraktekkan pelajaran kelalulintasan dengan suasana permainan yang sangat menyenangkan. Lingkungan dari taman yang luas, hijau serta dilengkapi dengan banyak kursi-kursi taman membuat taman ini sangat cocok untuk Anda jadikan pilihan rekreasi Keluarga.

Sumber :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Objek Tempat Wisata Air Terjun di Sumatera Utara

Tempat Wisata di Kalimantan

Tempat Wisata di Nusa Tenggara Barat